Minggu, 17 Maret 2013

Pengelasan

Pengertian Las

Proses Pengelasan adalah menggabungkan dua buah benda (logam) menjadi satu dengan cara pemanasan. Baik menggunakan bahan tambah atau pun tanpa menggunakan bahan tambah. Caranya, kedua permukaan logam tersebut dilakukan pemanasan sehingga meleleh dan menyatu setelah mengering.

Orang yang melakukan proses pengelasan disebut sebagai Operator Las atau Welder, dalam bahasa Inggris. Selain pengetahuan tentang material yang dilas, seorang operator las harus mempunyai skill mengelas yang baik untuk mendapatkan hasil sambungan yang kuat.

Nah, ciri-ciri sambungan las yang baik bisa dibuktikan dengan beberapa uji sambungan. Misalnya uji tarik, kedua logam hasil pengelasan akan patah tidak pada area sambungan, akan tetapi logam dasarnya yang patah. Hal itu menandakan bahwa hasil pengelasan oleh seorang Welder itu bagus.

Las Dasar

Di dunia industri, teknologi las sangat banyak macamnya. Hanya sebagian Welder tertentu dengan spesifikasi lebih tinggi yang mengetahuinya. Pada umumnya proses pengelasan yang diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan hanya las dasar saja. Ada dua macam proses pengelasan yang paling dasar:

1. Las Listrik

Las ini menggunakan sumber panas dari listrik. Las listrik ini juga dibagi lagi menjadi dua, yaitu las listrik AC (bolak-balik) dan las listrik DC (searah). Saya akan membahas lebih rinci pada postingan selanjutnya. Baik las listrik searah maupun bolak-balik sama-sama menggunakan elektroda sebagai bahan tambahnya.

2. Las Karbit

Berbeda dengan las listrik, seperti namanya las karbit menggunakan sumber energi panas dari karbit dan oksigen. Proses pengelasan ini tanpa menggunakan bahan tambahan. Dua ujung logam yang bersentuhan dipanasi hingga meleleh dan menyatu saat mengering.

Dari beberapa las dasar yang saya sebutkan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Juga tergantung pada fungsi pengelasan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar